MASA DEPAN YANG SEMPURNA


YA ROBB KAMI... BERIKANLAH KAMI MASA DEPAN YANG SEMPURNA

(janji Alloh) وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Robb Pencipta dan Penguasa urusan kalian berfirman, "Mintalah kepada-Ku, kalian pasti akan Aku qobulkan/beri. Sedang orang-orang yang enggan berdu'a kepada-Ku akan masuk ke dalam neraka jahanam dengan perasaan terhina dan pasrah."

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ? أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdu'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

(memohon limpahan rezeki) قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
"Ya Robb kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rizqilah kami, dan Engkaulah pemberi rizqi Yang Paling Utama"

(mohon ampunan dan keluasan rezeki) قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَّا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّن بَعْدِي إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
Nabi Sulaimân berdu'a kepada Robbnya sambil bertaubat, "Ya Robbku, ampunilah segala apa yang telah aku lakukan dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi lagi banyak karunia-Nya

(memperoleh pekerjaan dan jodoh) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Nabi Mûsâ dengan sukarela membantu kedua wanita untuk mengambil air. Kemudian Nabi Mûsâ bersandar pada sebatang pohon untuk melepas lelah. Dengan penuh kerendahan hati, Nabi Mûsâ berdu'a, "Ya Robb, aku sangat membutuhkan rizqi dan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."

(memohon kecukupan rizqi) اَللّهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Alloh, berilah kami kecukupan dengan rizqi yang halal, sehingga kami tidak memerlukan yang haram, dan berilah kami kekayaan dengan karuniaMu, sehingga kami tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)

(Agar Hajat Diqobulkan Alloh) اَللّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَ لَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لَا يَنْفَعُ ذَى الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“Ya Alloh, tidak ada yang bisa mencegah jika Engkau akan memberi dan tidak ada yang mampu memberi jika Engkau mencegahnya. Tidaklah bermanfaat nasib baik itu untuk menyelamatkan dari siksaMu.”(HR. Bukhori)


Mulaikan dengan Niat maka Kau Akan Mendapatkan..., Berubahlah untuk menujuh ke Cita-cita..., Kuasai dan Miliki Ilmunya..., Silaturohiim..., Shodaqah..., Berusaha dan Berdu'a..., Tawakkal dan Bertaqwa..., لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
Sesungguhnya Allohlah yang memelihara kalian. Setiap manusia memiliki sejumlah malaikat yang bertugas atas perintah Alloh menjaga dan memeliharanya. Mereka ada yang menjaga dari arah depan dan ada juga yang menjaga dari arah belakang. Demikian pula, Alloh tidak akan mengubah nasib suatu bangsa/qoum dari susah menjadi bahagia, atau dari kuat menjadi lemah, sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan keadaan yang akan mereka jalani. Apabila Alloh berkehendak memberikan bencana kepada suatu bangsa, tidak akan ada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari bencana itu. Tidak ada seorang pun yang mengendalikan urusan kalian hingga dapat menolak bencana itu.